Hasil Sensus
Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten Boyolali mencapai 931.537 orang.
Sedangkan laju pertumbuhan penduduk per tahun selama 10 tahun terakhir, yakni dari tahun
2000-2010 sebesar 0,38 persen. Dalam laporannya
kepada Bupati Boyolali, Kepala Badan Pusat Statistik
(BPS) Kabupaten Boyolali, Sri Ariyanto, mengatakan, jumlah penduduk Boyolali
dari hasil
Sensus Penduduk
2010 sebesar 931.537 orang, terdiri dari laki-laki sebanyak 459.200 orang
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan
Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan tes
seleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk magang di Jepang belum
lama ini. Dari sebanyak 58 pendaftar yang mengikuti seleksi, 33 orang
diantaranya untuk sementara telah lolos seleksi sejumlah tes. Namun
mereka masih harus mengikuti satu tahap tes lagi, yakni tes medical
check up atau pemeriksaan kesehatan. Demikian disampaikan Kepala
Bidang Penempata
Para TKI yang baru saja
pulang dari luar negeri diminta untuk tidak bersikap boros. Uang
hasil bekerja di luar negeri tersebut supaya dipergunakan secara
efektif dan efisien. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Boyolali, Agus
Purmanto, SH, M.Si, saat melakukan penjemputan kepulangan TKI dari
luar negeri. Kalau bisa uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan
wira usaha mandiri sehingga jika nantinya sudah tidak bekerja di luar
negeri bisa mengembangkan
Menyambut
kedatangan para pemudik di Boyolali dan sekitarnya, Bupati Boyolali,
Drs. Seno Samodro, meresmikan gerai produk unggulan Boyolali di Aula
Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Teras, Senin, 6 September 2010. Kepala
Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten
Boyolali, Ir. Juwaris, mengatakan, pembukaan gerai produk unggulan
itu diharapkan mampu memberikan kesempatan para pelaku usaha
mengembangkan dan promosi kepada masyara
Meskipun
produksi beras Boyolali yang berlisensi ekspor baru mencapai 20 ton
beras tiap bulan, ekspor ke luar negeri termasuk Amerika Serikat (AS)
akan dilakukan. Ketua Jaringan Tani Lestari (Jatari) Boyolali yang
memegang lisensi hak paten tersebut, Ragil Edi Dalyono, mengatakan,
dikarenakan saat ini kemampuan produksi baru 20 ton per bulan,
sosialisasi pengembangan sertifikasi produk pertanian agar dapat
diekspor terus dilakukan. Hal itu disampaikan